NASIONAL
REGIONAL
‹
›
POLHUKAM
OLAHRAGA
PRESPEKTIF
EKONOMI
![]() |
| Arjen Robben |
JAKARTA, NR - Arjen Robben mengungkapkan dirinya mendapatkan tawaran gaji lima-enam kali lipat dari klub Liga Super China, namun tak tergiur tawaran tersebut.
Sebelum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Bayern Munich, Robben sempat mendapatkan tawaran dari sebuah klub di Liga China. Dengan usia Robben yang menginjak 32 tahun, Robben masih dihargai sangat mahal oleh Liga China.
"Apa yang terjadi di China saat ini tentu sangat gila karena mereka memberikan tawaran pada sosok-sosok hebat."
"Saya pun mendapat tawaran dan uang yang ditawarkan sangat besar dan membuat saya setidaknya mempertimbangkan tawaran tersebut," tutur Robben seperti dikutip dari Goal.
Namun pada akhirnya Robben menolak tawaran menggiurkan itu karena ia masih ingin fokus di level tertinggi sepak bola.
"Mereka memberikan tawaran 5-6 kali lebih besar dari gaji yang didapat di klub besar. Namun uang tak pernah mendominasi saya. Saya selalu fokus pada sepak bola dan itulah mengapa saya memiliki karier yang hebat," ucap mantan pemain Chelsea ini.
Sebelum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Bayern Munich, Robben sempat mendapatkan tawaran dari sebuah klub di Liga China. Dengan usia Robben yang menginjak 32 tahun, Robben masih dihargai sangat mahal oleh Liga China.
"Apa yang terjadi di China saat ini tentu sangat gila karena mereka memberikan tawaran pada sosok-sosok hebat."
"Saya pun mendapat tawaran dan uang yang ditawarkan sangat besar dan membuat saya setidaknya mempertimbangkan tawaran tersebut," tutur Robben seperti dikutip dari Goal.
Namun pada akhirnya Robben menolak tawaran menggiurkan itu karena ia masih ingin fokus di level tertinggi sepak bola.
"Mereka memberikan tawaran 5-6 kali lebih besar dari gaji yang didapat di klub besar. Namun uang tak pernah mendominasi saya. Saya selalu fokus pada sepak bola dan itulah mengapa saya memiliki karier yang hebat," ucap mantan pemain Chelsea ini.
| |
Robben sendiri mengaku keheranan dengan sikap pemain yang masih berusia di bawah 30 tahun namun memilih hijrah ke Liga China.
"Saya tak mengerti apa yang dipikirkan oleh pemain yang pergi ke China saat mereka masih berusia 27 atau 28. Mereka masih ada di puncak performa dan hal itu sama dengan membuang waktu."
"Seorang pemain hanya memiliki satu kali perjalanan karier. Beda halnya dengan pemain di atas usia 30 tahun. Saya bisa memahami langkah mereka," ucap Robben. CNN Indonesia.com
"Saya tak mengerti apa yang dipikirkan oleh pemain yang pergi ke China saat mereka masih berusia 27 atau 28. Mereka masih ada di puncak performa dan hal itu sama dengan membuang waktu."
"Seorang pemain hanya memiliki satu kali perjalanan karier. Beda halnya dengan pemain di atas usia 30 tahun. Saya bisa memahami langkah mereka," ucap Robben. CNN Indonesia.com
HEADLINE - OLAHRAGA
Michelin kini boleh berbangga hati setelah berhasil menghadapi tantangan luar biasa di musim comebacknya sebagai pemasok ban tunggal di ajang MotoGP, seperti yang diungkapkan Michelin Brand Chief, Nicolas Goubert.
Mulai tahun 2016 ini, Produsen ban yang berbasis di Perancis ini kembali berperan sebagai suplier tunggal ban untuk MotoGP usai absen selama tujuh tahun terakhir.
Pada saat melakukan pengujian paska-musim 2015 di Valencia, Michelin sempat mendapat kritikan. Pasalnya beberapa rider mengalami crash yang kemudian mengharuskan produsen tersebut merubah kompon dari ban depan buatannya.
Tantangan yang dihadapi pemasok ban ini kemudian berlanjut di musim 2016, ketika ban Loris Baz tiba-tiba meledak saat pengujian pra-musim.
Tak hanya itu, ban belakang Ducati GP15 yang ditunggangi rider Pramac Scott Redding juga meledak saat sesi Free Practice 4 di gelaran Grand Prix Argentina. Insiden di sirkuit Autodromo tersebut lantas membuat Michelin hanya memperbolehkan para rider menggunakan ban Medium dengan kompon yang lebih keras.
Kendati demikian, Michelin berhasil membuat perbaikan yang terbilang stabil selama musim ini, dan mencetak sembilan rider pemenang yang berbeda. Goubert, selaku brand chief Michelin, pun kemudian memuji kinerja divisi balap Michelin.
“Berbagai tantangan luar biasa berhasil kita tahklukkan dengan kesuksesan besar,” ujar Goubert. “Comeback kita ke ajang MotoGP pun terbilang sukses.
“Kita punya para pebalap baru, motor baru, dan lintasan baru, dan itu bahkan sebelum Anda menduga jika gaya balap beserta paket elektroniknya akan berubah.
Goubert lantas menegaskan, “Saya sangat bangga pada kemampuan luar biasa yang ditunjukkan oleh pabrikan dan tim pengembang kami di sepanjang musim ini.
Tiap kali kami menemui masalah, kami mampu memodifikasi ban kami dalam waktu yang terbatas.
“Saat kami harus bereaksi cepat di setelah (insiden) di Argentina, kami berhasil memproduksi batch ban belakang terbaru hanya dalam kurun waktu tiga hari.
Memang, kami melakukan banyak perubahan pada ban sepanjang musim ini, sejak Grand Prix Amerika hingga Grand Prix Perancis dan Grand Prix Jerman pula.
“Di tiap event, perbaikan yang kami torehkan selalu mendapat sanjungan dari para rider dan terjawab oleh waktu.
Pada kenyataannya, sudah banyak ban yang kami rekayasa pengembangannya selama satu musim MotoGP ini ketimbang tujuh tahun saat kami berada di kategori motorsport lainnya.”
OLAHRAGA
Pebalap Yamaha, Valentino Rossi sudah menyelesaikan uji tes pascamusim tertutup bersama Tim Movistar Yamaha di Sirkuit Sepang, Malayasia.
Pebalap Italia itu, bersama rekan setimnya, Maverick Vinales meyakini jika motor terbaru Yamaha YZR-M1 versi 2017 bisa bikin dirinya menjadi juara musim depan.
Rossi sendiri sudah menjajal motor Yamaha YZR-M1 versi 2017 sejak uji tes pascamusim di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia pada 14 sampai 15 September lalu.
Saat itu Rossi kurang mendapatkan hasil maksimal karena YZR-M1 2017 yang digunakannya ada versi hybrid dengan menggambungkan mesin baru dengan chasis lama.
Namun Rossi baru-baru benar puas saat melakukan uji tes pascamusim tertutup di Sepang.
Saat itu Rossi dan Vinales benar-benar menguji motor Yamaha YZR-M1 versi terbaru dan komponen yang belum pernah dipakai.
Hasilnya juga cukup memuaskan meski harus ada beberapa perbaikan sedikit untuk bisa tampil kompetitif pada musim 2017.
The Doctor – julukan Rossi pun sangat yakin dengan potensi motor baru Yamaha YZR-M1 versi 2017 mampu tampil lebih baik dibandingkan versi 2016. Hal ini sangat penting demi meraih gelar juara dunia yang sudah lama tak diraihnya.
“Situasi ini jauh lebih jelas sekarang. Kami mampu tampil lebih baik dengan YZR-M1 versi 2017 dan saya harus mengatakan itu memiliki potensi lebih besar dari motor versi 2016,”kata Rossi usai menjuarai Relli Monza.
Pernyataan Rossi ini pun secara tak langsung menjadi nada ancaman bagi para rivalnya, di mana The Doctor dengan tunggangan barunya siap menjadi juara dunia 2017.
Pebalap berusia 37 tahun tersebut, sudah tiga musim gagal menjadi juara dunia usai comeback bersama Yamaha pada musim 2013 silam. Selama tiga musim juga, Rossi selalu menempati posisi runner up.
OLAHRAGA
Pada awal Oktober lalu, jurdun MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo, sempat menjajal jet darat Formula Satu Mercedes di lintasan Silverstone. Dalam kesempatan itu, pebalap yang akan memperkuat tim Ducati, menunggangi mobil W05 Hybrid spesifikasi 2014 milik Lewis Hamilton.
Lorenzo pun membeberkan pengalamannya selama menunggangi mobil F1 saat menyaksikan seri penutup F1 musim ini di Abu Dhabi.
“Power dari mesinnya sungguh luar biasa, terutama grip-nya saat berada di tikungan, pengeremannya begitu mendadak karena grip di mobilnya begitu banyak. Dan saat di tikungan, downforce dan gripnya sungguh luar biasa.
“Jika di MotoGP kami menggunakan gear ketiga saat di tikungan pertama. Namun di F1, kecepatannya hampir maksimal menggunakan gigi ketujuh, jadi bedanya sangat besar.”
Sebelum pengujian, Lorenzo melakukan persiapan matang, yaitu dengan berlatih menggunakan simulator Mercedes di Brackley dan di Snetterton. Lantas, aksinya di lintasan Silverstone pun terbilang cukup bagus.
“Mulanya, saya melakukannya dengan tenang dan santai, sebab saya tak ingin mengacaukannya. Lalu di putaran terakhir, saya berusaha memacu semaksimal mungkin dan mencatatkan lap time yang bagus.”
Pebalap asal Spanyol ini lalu mengungkapkan jika dirinya tak berniat berpindah haluan dari balap roda dua ke balap roda empat, karena menurutnya rider MotoGP jauh lebih berani ketimbang ppara driver Formula Satu sekarang ini.
“Tingkat keamanan dari mobil Formula 1 cukup tinggi dengan adanya cockpit dan semua ini. Sudah banyak peningkatan. Motor pun juga begitu, tapi saat Anda mengalami crash, badan Andalah yang jadi casisnya.
Badan Andalah yang menghantam tanah. Jadi Anda akan lebih mudah terluka dengan motor ketimbang mobil. Biasanya, Anda tidak akan mudah terluka di Formula 1. Dari segi itu, nyali kami lebih besar.”
OLAHRAGA
Karena memiliki sedikit masalah, pebalap Italia itu baru mendapat kesempatan pertamanya mengendarai motor prototipe GP17 yang sudah di tes oleh pebalap pabrikan Ducati, Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso.
Waktu lap bukan menjadi fokus utamanya dalam uji coba tersebut, namu Petrucci lebih fokus untuk beradaptasi dengan late braking yang biasa dia lakukan dan kontrol throttle yang agresif dengan motor menggunakan ban Michelin.
Pada akhirnya menghasilkan perubahan pada geometri motor, yang membuat ban depan lebih dekat ke mesin untuk mengatasi masalah perputaran mesin, itu merupakan perubahan dari masukan Dovizioso dalam tes di Valencia.
“Saya senang dalam dua hari ini. Saya menemukan sesuatu yang tidak saya temukan tahun ini tentang perasaan saat sedang berada di atas motor, terutama pada area pengereman dan dalam akselerasi. Saya bekerja sangat banyak pada diriku dan gaya balapku," kata Petrucci.
“Saya menggunakan dua hari ini bukan untuk mendapatkan waktu terbak seperti yang orang lain lakukan, tetapi untuk menyelesaikan tahun ini dengan perasaan yang baik pada motor. Tahun ini, dengan cedera yang saya miliki, saya tidak pernah menemukan perasaan yang begitu baik. Jadi saya begitu senang untuk ini.
“Hari ini kami menemukan sesuatu dengan meletakkan ban depan lebih dekat dengan mesin dan saya menemukan perasaan yang sangat, sangat baik.
Saya menggunakan ban soft di pagi hari dan saya mendapatkan perasaan yang baik, kemudian saya mencoba menggunakan ban medium dan menjadi lebih baik, karena saya dapat mengerem lebih keras dan saya mendapatkan perasaan yang sangat baik.”
Petrucci menjelaskan gaya balap mengalami peningkatan saat menggunakan motor GP17. “Saya menemukan sesuatu yang dapat digunakan saat mengerem hingga akhir dan melepas rem, dan berbelok di tikungan, bahkan saya dapat melakukan akselerasi dan memiliki traksi di dalam tikungan.
“Saya memiliki akselerasi yang keras dan sangat cepat, dan saya mengerem dengan sangat keras. Ketika saya menggunakan akselerasi di dalam tikungan, saya selalu terlalu kuat pada throttle.
Jadi dua hari ini saya bekerja untuk diri saya, untuk lebih lembut, melepas rem lebih awal ketika mungkin, dan terutama saya menemukan perasaan yang sangat baik saat masuk kedalam tikungan tanpa rem.”
OLAHRAGA
Kelemahan motor Ducati memang menjadi PR besar bagi sang Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna. Namun dengan hadirnya sang Juara MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo di garasi Ducati, berati ada tugas lain yang menanti Ducati, mengingat gaya balap Lorenzo tak terlalu cocok dengan motor Ducati saat ini.
“Sayangnya, style membalap Jorge itu berbeda dengan para pebalap yang pernah membela tim Ducati juga pebalap MotoGP lainnya,” ungkap Dall’Igna seperti yang dilansir dari laman Speedweek.
“Jadi kami perlu ide lebih untuk motornya nanti. Saya memang sudah punya sedikit ide untuk ini sebab Jorge sudah pernah membalap untuk saya di World Championship kelas 250cc, tapi itu sudah dulu sekali dan kelasnya pun berbeda.
Itulah sebabnya uji coba di Valencia beberapa waktu lalu sangatlah penting. Di sana, kami harus bisa menganalisa perbaikan apa saja yang diperlukan untuk Jorge secara mendetail.”
Tugas yang menghadang Gigi Dall’Igna di musim 2017 tidak akan mudah, pasalnya ia perlu mendesain motor Desmosedici GP17 tanpa winglets. “Aerodinamis tentu sangat penting dalam motor MotoGP, tapi itu bukan satu-satunya penentu seperti dalam balap mobil.
Tekanan yang dihasilkan winglet itu relatif rendah. Kami mungkin masih bisa membuat set-up yang pas.
“Tentu winglet sangatlah berguna, pasalnya, motornya akan lebih kencang ketimbang yang tidak menggunakan winglet. Namun perbedaannya cukup sedikit. Dan jelas, mengembangkan motor Ducati tanpa winglet bukan masalah besar.”
Saat melakoni pengujian di Valencia, Dall’Igna sempat membeberkan jika kelemahan terbesar Ducati adalah lajunya di tikungan. Namun kelebihan pebalap anyar Ducati, Jorge Lorenzo justru lajunya saat di tikungan.
Lantas, apakah motor Ducati 2017 akan cocok dengan gaya membalap Jorge Lorenzo? Ataukah sang pebalap Spanyol yang harus merubah driving style-nya?
Inilah komentas Gigi Dall’Igna, “Keduanya pasti bisa diselesaikan. Jorge itu cerdas. Dia paham motor barunya akan sama sekali berbeda dari motornya sebelumnya, yang sudah ia tunggangi di ajang MotoGP selama sembilan tahun.
“Pertama, dia harus mampu beradaptasi dengan motornya dulu. Lalu ia pasti akan bisa menyesuaikan gaya membalapnya agar ia bisa memaksimalkan kelebihan motor Ducati dengan sempurna.
“Di sisi lain, kami juga harus mampu membuat motor Ducati sebaik mungkin. Ini artinya, kami harus tahu dulu apa saja yang bisa membuat motornya melaju dengan kencang.
Lalu, kami harus paham apa yang perlu kami perbaiki agar Jorge bisa memanfaatkan kelebihannya. Yang jelas, kami perlu bekerja sama demi mencapai target kami,” akhiri Dall’Igna.
OLAHRAGA
Pada musim depan, Dovizioso akan bertandem dengan Jorge Lorenzo yang baru saja pindah dari Yamaha.
Keduanya pun sudah mengenal satu sama lain dan pernah menjadi rival pada perebutan gelar juara dunia kelas 250 cc pada 2006 sampai 2007 lalu.
Dan menurut Lorenzo, Dovizioso merupakan pebalap yang logis dan banyak sekali memiliki pengalaman. Dia tidak akan membuat satu pun keselahan dan selalu berhasil mendapatkan poin.
“Andrea merupakan salah satu orang yang sangat logis dan memiliki banyak pengalamn. Dia tidak membuat kesalahan, selalu menyelesaikan balapan dan mencetak banyak poin,” kata Lorenzo, seperti dikutip motorsport.
X-Fuera pun mengaku akan sangat sulit untuk bisa menjadi yang tercepat dari Dovozioso terutama saat menunggangi motor Ducati Desmosedici.
“Dia sangat cepat di Valencia dan saya pikir dia dalam momen terbaik sepanjang kariernya tersebut. Tidak akan mudah untuk menjadi lebih cepat dari dia,” ujarnya.
Dovizioso pertama kali memulai debutnya di kelas MotoGP bersama Tim Scot Honda pada 2008 silam. Usai debutnya tersebut, delapan musim selanjutnya Dovizioso berhasil empat kali finis pada akhir musim dengan perolehan poin selalu berada di atas rekan setimnya. Empat musim tersebut yakni 2012,2013,2014 dan 2016.
Sementara empat musim lainnya, tiga musim selalu finis di belakang rekan setimnya sebanyak tiga kali yakni pada 2009, 2010 dan 2015.
Sedangkan pada musim 2011, Dovizioso yang kala itu membalap bersama tim HRC Honda memiliki perolehan poin di antara Casey Stoner dan Dani Pedrosa saat timnya masih menggunakan tiga pebalap.
OLAHRAGA
Suzuki memiliki harapan tinggi kepada dua pebalap barunya menghadapi musim depan terutama kepada Iannone yang pernah membalap bersama Ducati Corse.
Pengalamannya dalam mengembangkan motor Ducati Desmosedici diharapkan membantu Suzuki untuk mengembangkan performa motor Suzuki GSX-RR.
Bos Suzuki Ecstar, Davide Brivio mengatakan pihaknya sudah melakukan analisis terkait kelemahan motor Suzuki GSX-RR pada musim 2016 ini. Duo pebalap sebelumnya, Espargaro dan Vinales sudah memberitahukan kekurangan dari motor Suzuki tersebut kepada tim.
“Masalah yang dihadapi Aleix dan Maverick musim lalu sudah dibicarakan kepada kami. Ini jadi modal kami untuk melakukan perkembangan motor pada musim depan,” kata Brivio.
Brivio menjelaskan kelemahan terbesar Suzuki GSX-RR pada musim lalu yakni jika kondisi ban saat basah. Hal ini sangat mempengaruhi kecepatan motor Suzuki tersebut. Dia menuturkan pebalap barunya, Iannone juga sudah menyampaikan hal yang sama.
“Iannone juga sudah memberikan kami masukan. Kami tahu apa yang harus kami lakukan. Kami juga harus memperhatikan ban saat keadaan basah. Ini yang menjadi masalah kami tahun lalu dan itu juga menjadi kelemahan pada kami,” ujarnya.
Lebih jauh, Brivio menungkapkan pada musim depan motor yang akan digunakan Iannone dan Rins sama dengan yang dipakai Vinales dan Espargaro. Suzuki sendiri memang tidak membuat mesin baru untuk musim 2017 mendatang.
“Ini bukan mesin baru namun kami hanya mengubah beberapa komponen. Kami akan membawa mesin ini saat uji tes di Sepang pada 2017 nanti dan kemudian akan memutuskan akan menggunakannya sebelum GP Qatar dimulai,” tambahnya.
OLAHRAGA
Pada pekan balap Grand Prix Malaysia, Bos Dorna Carmelo Ezpeleta melontarkan pendapat bahwa MotoGP World Championship akan tetap identik dengan “kuning”, bahkan setelah Valentino Rossi pensiun dari balapan di akhir musim 2018.
Dirinya menyebut warna kuning yang dibuat oleh Rossi pada MotoGP bagaikan warna merah Ferrari yang mewarnai dunia Formula Satu. The Doctor sendiri telah beraksi dalam kejuaraan balap motor grand prix sejak 1996 silam. Dalam pernyatannya, sang CEO Dorna menuturkan jika Rossi-lah alasan mengapa banyak orang tertarik pada ajang MotoGP.
“Valentino bertanggung jawab atas fakta bahwa sedemikian banyak orang tertarik pada ajang MotoGP, tapi saya rasa orang-orang ini tidak akan terlalu tertarik lagi pada MotoGP saat Valentino sudah pensiun. Valentino itu bagai Enzo Ferrari. Enzo telah memulas dunia F1 dengan warnamerah, sedangkan Valentino mewarnai MotoGP dengan warna kuning,” imbuh Ezpelata.
Lalu, apakah sang juara dunia MotoGP musim ini Marc Marquez berpendapat yang sama?
Sang pebalap Repsol Honda, yang sukses menyabet tiga gelar MotoGP dalam empat tahun terakhir, pun memilih menjawab dengan santai saat ditanya apakah dirinya mau memakai warna kuning usai Valentino Rossi pensiun nanti.
“Warna saya itu merah, motor Repsol saya warnanya juga merah,” pungkas Marc Marquez sepeti yang dilansir dari Speedweek. “Tiap pebalap punya warna sendiri-sendiri. Tentu saja Valentino sangat penting dalam sejarah MotoGP. Saya tahu Vale itu seorang legenda dan akan terus seperti itu. Dia akan selalu dikenang sebagai salah satu pebalap terhebat sepanjang masa.”
OLAHRAGA
Meski telah melakukan upgrade mesin selama musim 2016, rider tim Aprilia yang baru, Aleix Espargaro, menyebut motor Aprilia masih terlalu berat dan melebihi bobot motor MotoGP yang telah ditentukan, yaitu 157kg.
Tahun 2016 menjadi debut tim Aprilia di ajang MotoGP Championship dan persiapan jelang putaran pertama di Grand Prix Qatar hanya mereka lakukan dalam waktu lima pekan saja.
Sebelum memperkenalkan frame terbaru di Misano, salah satu ridernya, Alvaro Bautista, sempat menuturkan motor Aprilia-nya kelebihan 5 kg dari bobot motor MotoGP yang telah ditentukan, yaitu 157kg.
Dan meski Bautista menyebut bobot motornya telah dikurangi 3 kg selama musim 2016 berlangsung, mantan pebalap Suzuki yang kini akan memperkuat tim Aprilia, Aleix Espargaro, beranggapan bahwa Aprilia perlu mengurangi berat motornya dan melakukan perombakan mesin.
“Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan,” ujar Espargaro. “Salah satu terpenting adalah diet untuk RS-GP. (Bobot motor) Itu perlu dikurangi. Bagi saya, pengurangan bobot motor akan sangat berguna, dan dengan desain frame yang baru disertai dengan perubahan mesin, saya rasa motornya akan semakin lincah.
“Dan soal mesinnya, kami memerlukan lebih banyak torque. Saat di lintasan lurus, motornya cukup cepat dalam limit RPM, tapi sayangnya power mesinnya berkurang saat di tikungan.”
Aprilia berencana memperkenalkan motor teranyar pada tes pra musim di Sepang pada 30 Januari mendatang, yang disebut-sebut sebagai evolusi dari RS-GP terakhir di tahun 2016.
Dan upgrade mesin dan gearbox selanjutnya rencananya akan dilakukan pada pertengahan musim 2017.
Dalam tes paska musim di Valencia, Aleix Espargaro mengaku terkesan dengan motor Aprilia saat ini, dan berlanjut melakoni pengujian selama dua hari di Jerez. Waktu tercepat sang pebalap Spanyol selama ujicoba di Valencia adalah 0,720 lebih baik dari Stefan Bradl.
“Performa mereka dalam paruh kedua musim ini cukup bagus,” pungkas Espargaro.
“Torehan posisi finis mereka memang bagus, tapi bagi saya, batasan dan level RS-GP masih lebih tinggi lagi.
Dalam enam bulan terakhir, Valencia merupakan race yang paling sulit, dan kami pun mampu satu detik lebih unggul. Hal yang paling positif dari motornya adalah, bahkan saat saya memacu semaksimal mungkin, motornya tidak bermasalah.”
OLAHRAGA
SEPANG - Jorge Lorenzo yakin keputusannya hijrah dari Yamaha ke Ducati bukanlah sesuatu yang salah. Pembalap Spanyol mengaku makin percaya kemampuan motor pabrikan Italia setelah bisa merebut dua kemenangan di pentas MotoGP 2016.
Lorenzo merujuk pada kemenangan Andre Dovizioso dalam Grand Prix Sepang, Minggu (30/10/2016) kemarin. Pembalap Italia menang mengungguli dua rider Movistar Yamaha yakni Valentino Rossi dan Lorenzo di Sirkuit Internasional Sepang yang basah setelah diguyur hujan.
Kemenangan Dovizioso jadi yang kedua untuk Ducati musim ini. Sebelumnya Andrea Iannone lebih dulu persembahkan kemenangan saat berlaga di Grand Prix Austria, Agustsus lalu.
Nah, keberhasilan itu membuat Lorenzo percaya jika Ducati, tim barunya musim depan, bisa meramaikan persaingan di MotoGP 2017. Ia mengklaim jika Desmosedici telah berkembang dari tahun ke tahun.
"Itu sudah jelas jika motor terus berkembang tiap tahunnya. Sangat mudah melihat motor yang terus kompetitif di atas trek ketimbang di masa lalu," tuturnya seperti dikutip Autosport, Kamis (3/11/2016).
"Itu sinyal yang bagus, tapi kemenangan di Sepang tidak mengejutkan saya sebab Andrea selalu jadi salah satu pembalap spesialis hujan dan Ducati, meski tidak mampu bersaing di trek kering, mereka mampu melakukannya dalam kondisi hujan,"
"Ini sinyal yang bagus bisa terus melihat Ducati berada di depan dalam beberapa trek," tutupnya.
Musim 2016 tinggal menyisakan satu seri lagi yang berlangsung di Valencia, 13 November mendatang. Balapan yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo bakal jadi ajang perpisahan Lorenzo dengan Yamaha setelah sembilan tahun bersama.
INTERNASIONAL - OLAHRAGA
![]() |
| Bale Cetak Gol Tercepat |
Nasionalita - Real Madrid gagal meraih poin penuh dalam lanjutan penyisihan Grup F Liga Champions. Tim juara bertahan itu ditahan imbang 3-3 Legia Warsawa di Stadion Polish Army, Kamis dinihari WIB.
Hasil itu membuat tim asuhan Zinedine Zidane belum bisa lolos ke babak 16 besar. Kini mereka memiliki delapan poin saja dan tergusur ke urutan kedua oleh Borussia Dortmund (10) yang di laga lain menang 1-0 atas Sporting CP (3), sementara Legia (1) tak beranjak dari dasar klasemen. Dortmund justru menjadi tim pertama lolos dari grup ini.
Madrid hanya membutuhkan waktu 57 detik untuk membuka keunggulan, bola yang dikirimkan Cristiano Ronaldo dengan sundulan ke ruang tembak Gareth Bale disambut dengan tendangan voli yang berbuah gol spektakuler untuk tim tamu. Menurut catatan Opta, ini jadi gol tercepat dalam sejarah Liga Champions.
Meski terus menyerang, Madrid harus menunggu hingga menit 35 untuk menggandakan keunggulan mereka menjadi 2-0 setelah umpan jauh Mateo Kovacic berhasil disambut Bale di area sayap kanan sebelum dilepaskan kembali ke dalam kotak penalti demi diselesaikan dengan tenang oleh Karim Benzema di area tiang dekat.
Di tengah tekanan, tuan rumah tiba-tiba mengejutkan Madrid dengan sebuah gol dari Vadis Odjidja-Ofoe pada menit 40 setelah menusuk ke tepian kotak penalti dan meleapskan tendangan indah yang tak terjangkau penjaga gawang Keylor Navas sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-2.
Usai menutup babak pertama dalam keadaan tertinggal, Legia seolah menemukan permainan terbaiknya di awal-awal babak kedua. Pada menit 52 sebuah tendangan bebas Guilherme hanya melayang tipis di atas mistar gawang Madrid.
Tuan rumah akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah Miroslav Radovic menerima umpan kiriman Thibault Moulin dan dibiarkan Bale serta Raphael Varane melenggang sebelum melepaskan tendangan ke arah tiang jauh yang tak mampu diantisipasi Navas. Momen kebangkitan Legia semakin terasa ketika akhirnya Moulin mencetak gol ketiga bagi tuan rumah untuk sepenuhnya membalikkan keadaan dan meraih keunggulan 3-2 pada menit 83.
Odjija-Ofoe merangsek dari sisi kiri sebelum mengirimkan bola kepada Aleksandar Prijovic yang segera menyodorkan kepada Moulin dan diselesaikan dengan tendangan keras yang memaksa Navas memungut bola kali ketiga dari dalam gawangnya.
Sayangnya, keunggulan tersebut hanya berumur dua menit umpan tumit Daniel Carvajal diselesaikan dengan tenang oleh Kovacic yang melepaskan tendangan cantik tak terjangkau penjaga gawang Arkadiusz Malarz demi mengubah kedudukan menjadi 3-3.
Madrid hampir saja memastikan kemenangan pada serangan terakhir mereka menit 90+3, namun bola tendangan Bale membentur tiang gawang dan tim tamu harus puas dengan hasil imbang. (Tempo.co)
OLAHRAGA
KARAWANG - Langkah tim Persika Karawang U-17 pada Piala Suratin U-17 2016 harus terhenti akibat kalah oleh tim favorit Persib Bandung dengan skor ketat yakni 1-2 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Rabu (2/11).
Bertindak sebagai tuan rumah, Persika muda tampil menyerang sejak menit pertama. Namun, rapatnya barisan pertahanan Maung Ngora -julukan Persib Bandung muda- membuat serangan Persika yang dikomandoi striker Andi Nusa dapat dipatahkan.
Bertindak sebagai tuan rumah, Persika muda tampil menyerang sejak menit pertama. Namun, rapatnya barisan pertahanan Maung Ngora -julukan Persib Bandung muda- membuat serangan Persika yang dikomandoi striker Andi Nusa dapat dipatahkan.
Pada babak pertama, kedua tim masih sulit menciptakan peluang dan gol. Namun, pada babak kedua, serangan-serangan yang dibangun anak-anak Persib Bandung membahayakan gawang Persika. Pada menit 59, bermula dari sebuah pelanggaran, Persib berhasil mencuri gol lewat tendangan bebas sang playmaker Beckham Putra. Pemain bernomor punggung 17 itu melesakan tendangan ke sudut gawang yang sulit ditepis kiper Persika.
Lihat Gol Cantik Persib VS Persika
Lihat Gol Cantik Persib VS Persika
Tertinggal satu gol, Laskar Jawara Ngora semakin meningkatkan gelombang serangannya. Usaha keras para pemain Persika akhirnya membuahkan hasil. Di menit 73, wasit Nurdin asal Indramayu menunjuk titik putih setelah pemain Persika dijatuhkan di kotak pinalti. Kiki Septian yang mejadi algojo berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tendangan ke arah kiri gawang tak mampu dihalau kiper lawan.
Kedudukan sama kuat ini take berlangsung lama. Hanya berselang empat menit, Gelandang Persib Bandung, Achmad Robby membawa Persib unggul kembali. Skor menjadi 1-2 untuk Persib. Hingga pluit panjang, Persika tidak berhasil mengejar skor. Person Bandung akhirnya menang di kandang Persika.
Meski kalah, pelatih Persika U-17, Robi Mareiyana mengaku puas atas kinerja para pemainnya.
Menurutnya, dari permainan yang ditunjukkan, Persika muda hanya kalah keberuntungan dari Persib Bandung. "Saya bangga dengan permainan tim. Ini pengalaman berharga bagi para pemain. Dengan penonton yang penuh, pemain tidak grogi dan tampil sangat fighting," katanya.
Menurutnya, dari permainan yang ditunjukkan, Persika muda hanya kalah keberuntungan dari Persib Bandung. "Saya bangga dengan permainan tim. Ini pengalaman berharga bagi para pemain. Dengan penonton yang penuh, pemain tidak grogi dan tampil sangat fighting," katanya.
Sementara, hal senada juga dikatakan arsitek Persib Bandung, Yadi Mulyadi. Yadi mengatakan permainan Persika sangat bagus dan mampu menyulitkan timnya. "Saya juga apresiasi dengan antusiasme para penonton. Pemain bisa merasakan atmosfer seperti final," katanya. (Rls)
OLAHRAGA
Jakarta - Pembalap tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mendapat hasil buruk saat sesi latihan Jumat seri MotoGP Australia. Rossi hanya mampu menempati posisi ke-20 dari 21 pembalap.
Rossi sebenarnya mampu mencatatkan waktu tercepat kedua pada sesi latihan yang diwarnai dengan hujan itu. Namun catatan waktu tercepatnya tersebut tak masuk dalam hitungan resmi karena ternyata terdapat batas sepuluh putaran yang diterapkan. Peraturan itu diterapkan kepada pembalap yang memilih menggunakan ban ekstra lunak pada bagian depan sepeda motornya.
Rossi mengaku paham akan aturan itu. Namun dia menyangka sepuluh putaran tersebut tak termasuk putaran saat pertama dia keluar dari garasi dan satu putaran sebelum dia memasuki garasi lagi.
"Saya mencatatkan waktu sangat baik, tapi sayangnya mereka membatalkannya," ujar Rossi. "Saya menggunakan ban super lunak di depan karena saya paham karakter ban itu dan saya kira itu adalah pilihan yang baik hari ini karena suhu lintasan hanya 10 derajat Celsius."
"Mereka (pengawas balapan) mengatakan kepada saya bahwa saya hanya boleh melakukan maksimal sepuluh putaran. Saya melakukan sembilan putaran. Masalahnya, mereka juga menghitung putaran pertama saat saya masuk dan putaran terakhir saat saya keluar. Jadi semuanya sembilan putaran, dan mereka mengacaukan hasil yang saya dapatkan. Sekarang saya berada kedua dari bawah," katanya.
Nahas bagi Rossi karena sesi latihan sore ini dihentikan akibat hujan yang semakin deras. Dia pun tak bisa memperbaiki catatan waktunya hari ini.
Kesalahan itu bisa berakibat fatal bagi Rossi. Jika tak berhasil memperbaiki catatan waktunya pada sesi latihan terakhir Sabtu besok, Rossi terancam harus merangkak dari kualifikasi pertama. Masalahnya, jika cuaca kembali buruk pada Sabtu pagi, pengawas balapan kemungkinan tak akan menggelar sesi latihan dan langsung menuju sesi kualifikasi.
OLAHRAGA
Jakarta - Manchester United akan menjamu Burnley pada pertandingan pekan ke-10 Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu malam, mulai pukul 21.00 WIB.
Pelatih United Jose Moruniho melakukan dua penggantian pemain dibandingkan laga kemenangan 1-0 atas Manchester City di Piala Liga, dengan Matteo Darmain dan Jesse Lingard masuk menggantikan Antonio Valencia dan Michael Carrick.
Wayne Rooney yang baru pulih dari cedera, kembali ke dalam susunan skuad namun masih menghuni bangku cadangan.
Sementara di kubu Burnley, Andre Grey kembali diturunkan setelah mendapatkan larangan permain. Grey dipasangkan dengan Vokes di lini depan Burnley.
MU, yang dalam laga Liga Primer sebelumnya ditekuk Chelsea 4-0, kini menempati posisi ketujuh klasemen dengan nilai 14 dari 9 laga, sedangkan Burnley di urutan ke-14 dengan nilai 10.
Susunan pemain kedua tim seperti dilansir laman Sky Sports:
Manchester United: De Gea, Darmian, Rojo, Blind, Shaw, Lingard, Herrera, Mata, Pogba, Rashford, Ibrahimovic.
Pemain cadangan: Romero, Rooney, Fellaini, Schneiderlin, Carrick, Memphis, Young.
Burnley: Heaton, Lowton, Keane, Mee, Ward, Hendrick, Arfield, Marney, Gudmundsson, Gray, Vokes.
Pemain cadangan: Robinson, Flanagan, Barnes, Kightly, Bamford, Tarkowski, Boyd.
OLAHRAGA
Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin terbang ke Malaysia, menuju Sirkuit Sepang, lokasi berlangsungnya MotoGP. Tak hanya menonton adu balap motor dunia, Alex bertemu petinggi Dorna, organisasi penyelenggara Moto GP.
Alex menjelaskan Sumatera Selatan bakal menjadi tuan rumah MotoGP 2018. "Tahun depan sirkuitnya akan kami bangun," kata Alex ketika dihubungi lewat telepon dari Palembang pada Sabtu, 29 Oktober 2016.
Menurutnya, Sumatera Selatan sangat serius dalam upaya mewujudkan pembangunan sirkuit MotoGP yang berlokasi di Jakabaring, Palembang. Setelah pertemuan ini, tim teknis dari kedua belah pihak akan melanjutkan pertemuan. Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan lahan sesuai dengan kebutuhan berstandar dunia.
Kepala Biro Humas dan Protokol Sumsel Teddy Meilwansyah yang ikut hadir dalam pertemuan itu menjelaskan, Alex bertemu dengan CEO Dorna Carmelo Ezpeleta. Hadir juga Chief Designer Herman Tilke Gmbh & Co Mr. Ulrich Merres. Mereka menyampaikan rasa terima kasihn atas kehadiran Gubernur Alex Noerdin.
Menurut Teddy, Carmelo Ezpeleta sangat mengapresiasi semangat Alex membangun sirkuit MotoGP di Palembang. Jika sirkuit MotoGP dibangun di Palembang, katanya, maka Carmelo yakin Palembang akan lebih dikenal di dunia serta Sumatera Selatan akan lebih maju dan berkembang.
"Secara teknis Dorna menyetujui Palembang menjadi tuan rumah MotoGp 2018 dan mendukung pembangunan sirkuit yang akan dirancang oleh Herman Tilke," kata Teddy.
OLAHRAGA
SUZUKA,— Baris terdepan start balapan GP Jepang yang akan berlangsung di Sirkuit Suzuka, Minggu (9/10/2016), dikuasai dua pebalap Mercedes.
Nico Rosberg akan start dari posisi terdepan setelah berhasil mencatat putaran tercepat pada sesi kualifiksi, Sabtu (8/10/2016).
Hamilton, yang sempat menjadi pebalap tercepat saat sesi berlangsung, akan memulai balapan dari posisi start kedua.
Sesi kualifikasi berlangsung ketat sejak sesi pertama (Q1). Enam pebalap tereliminasi pada sesi ini. Begitu juga pada sesi kedua (Q2).
Hanya 10 pebalap tercepat yang berhak ikut kualifikasi ketiga (Q3). Sesi memasuki menit keempat ketika para pebalap mulai mencatatkan putaran tercepat.
Para pebalap Red Bull Racing, Ferrari, dan Mercedes secara berurutan mencatat putaran tercepat.
Hamilton naik menjadi yang tercepat setelah menyelesaikan putarannya dalam 1 menit 30,758 detik.
Persaingan memanas pada menit-menit terakhir sesi. Kimi Raikkonen (Ferrari) naik ke urutan ketiga, menempel Hamilton yang masih bertahan di posisi teratas.
Pada percobaan terakhirnya, Rosberg mencatat putaran 1 menit 30,647 detik yang otomatis membawanya ke posisi teratas daftar pencatat putaran tercepat.
Hamilton berhasil mempertajam putarannya menjadi 1 menit 30,660 detik pada percobaan terakhir.
Hasil itu belum cukup untuk menggeser Rosberg dari posisi teratas. Hamilton akan start dari posisi kedua, sementara Rosberg mengamankan pole position.
Bagi Rosberg, ini merupakan pole position ke-30-nya sejak berkarier di Formula 1.
Tempat ketiga start akan ditempati Raikkonen. Rekan satu timnya, Sebastian Vettel, berada di posisi keempat tercepat pada sesi kualifikasi, tetapi akan start dari posisi ke-7.
Dia mendapat hukuman turun tiga posisi start karena dinilai menyebabkan terjadinya insiden dengan Rosberg pada lap pertama balapan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, pekan lalu.
Berikut hasil sesi kualifikasi GP Jepang.
1. Nico Rosberg GER Mercedes-Mercedes 1m 30.647s
2. Lewis Hamilton GBR Mercedes-Mercedes 1m 30.660s
3. Kimi Raikkonen FIN Ferrari-Ferrari 1m 30.949s
4. Sebastian Vettel GER Ferrari-Ferrari 1m 31.028s *
5. Max Verstappen NED Red Bull-TAG 1m 31.178s
6. Daniel Ricciardo AUS Red Bull-TAG 1m 31.240s
7. Sergio Perez MEX Force India-Mercedes 1m 31.961s
8. Romain Grosjean FRA Haas-Ferrari 1m 31.961s
9. Nico Hulkenberg GER Force India-Mercedes 1m 32.142s
10. Esteban Gutierrez MEX Haas-Ferrari 1m 33.547s
11. Valtteri Bottas FIN Williams-Mercedes 1m 32.315s
12. Felipe Massa BRZ Williams-Mercedes 1m 32.380s
13. Daniil Kvyat RUS Toro Rosso-Ferrari 1m 32.623s
14. Carlos Sainz Jr ESP Toro Rosso-Ferrari 1m 32.685s
15. Fernando Alonso ESP McLaren-Honda 1m 32.689s
16. Jolyon Palmer GBR Renault-Renault 1m 32.807s
17. Jenson Button GBR McLaren-Honda 1m 32.851s
18. Kevin Magnussen DEN Renault-Renault 1m 33.023s
19. Marcus Ericsson SWE Sauber-Ferrari 1m 33.222s
20. Felipe Nasr BRA Sauber-Ferrari 1m 33.332s
21. Esteban Ocon FRA Manor-Mercedes 1m 33.353s
22. Pascal Wehrlein GER Manor-Mercedes 1m 33.561s **
* mundur tiga posisi start
** mundur 5 lima posisi start
OLAHRAGA
LESMO – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, memuji konsistensi Marc Marquez di MotoGP 2016. X-Fuera –julukan Lorenzo– takjub dengan Marquez yang selalu finis di setiap race, meski tidak mendapat ban kompetitif (baca ban Michelin). Baby Alien –julukan Marquez– adalah satu-satunya pembalap yang selalu menyentuh garis finis, dari 14 race yang sudah dilangsungkan. Bahkan 10 race di antaranya, berhasil disudahi dua kali juara dunia MotoGP itu di posisi podium.
Akibatnya positif, saat ini Marquez mendulang 248 angka, unggul 52 poin dari Valentino Rossi di posisi dua dan 66 angka dari Lorenzo di tangga ketiga. Pencapaian yang dibuat Marquez memang luar biasa jika dibandingkan pembalap lain. Ambil contoh Lorenzo musim ini. Selain dua kali gagal finis, pembalap berusia 29 tahun itu tiga kali finis di luar 10 besar! Menurut Lorenzo, buruknya performa musim ini karena kualitas ban Michelin yang tak sesuai harapan. “Marquez sebenarnya sering terjatuh, namun hanya di sesi latihan. Di race sebenarnya, ia selalu menyentuh garis finis. Karena kesalahan yang sering kami (Lorenzo dan Rossi) buat, Marquez mampu memimpin dengan luar biasa,” jelas Lorenzo mengutip dari Speedweek.
OLAHRAGA
Langganan:
Postingan (Atom)






