NASIONAL
REGIONAL
‹
›
POLHUKAM
OLAHRAGA
PRESPEKTIF
EKONOMI
![]() |
| Wakil Bupati Karawang H Ahmad Zamarkhasary meninjau pasar Rengasdengklok |
KARAWANG, NR - Wakil Bupati (Wabup) Karawang H Ahmad Zamakhsyari, S.Ag, pada Selasa,(24/1/2017),meninjau langsung pasar Rengasdengklok yang kondisinya saat ini semakin parah akibat rusaknya infrastruktur jalan serta drainase yang kurang baik. Ditambah dengan kondisi pasar yang terbilang kurang sehat, serta tidak ideal lagi dikarenakan sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Pada kesempatan tersebut Wabup Karawang itu menyampaikan bahwa pemerintah daerah (Pemda) secepatnya merelokasi para pedagang pasar Rengasdengklok guna memberikan kenyamanan serta tempat yang representative, baik untuk bagi para pedagang, maupun para pembeli. Sehingga nantinya, menjadi sebuah kebanggaan Rengasdengklok sebagai salah satu tempat bersejarah bangsa Indonesia.
Dia pun berkomitmen pada tahun 2017 ini sekitar 6.000 pedagang kaki lima yang berjualan di pasar Rengasdengklok akan direlokasi, yang nantinya selama lima bulan digratiskan tanpa pungutan apapun. Hal tersebut guna memberikan keringanan bagi para pedagang untuk berjualan hingga mereka bisa meramaikan kembali proses jual beli di tokonya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang yang ikut meninjau menambahkan dewan Karawang mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Karawang.
“Selama semua kebijakan dan kepentingannya mengutamakan rakyat akan terus didukung, termasuk untuk membenahi pasar Rengasdengklok ini,” tandasnya.
Wabup berharap dengan diperbaikan pasar tersebut, mampu menggenjot perekenomian di Rengasdengklok.”Karena dengan tempat yang representatif, sehat dan bersih, maka proses jual beli akan semakin meningkat dan mampu memberikan dampak positif dengan terbangunnya perekonomian yang sehat dan representative,” ujarnya penuh harap diaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Karawang beserta anggota Komisi B dan C DPRD, Kadisperindag Karawang Ir Hanafi, Kabag Perekonomian Setda Karawang Herry,SE dan jajaran Dinas PUPR Karawang serta Camat serta Muspika Rengasdengklok. @aminanda/Gala, Editor: Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Wakil Bupati KarawangH Ahmad Zamakhsyari, S.Ag ,memangku Erick Pratama |
KARAWANG, NR - Wakil Bupati Karawang H Ahmad Zamakhsyari, S.Ag, kembali memantau Erick Pratama, warga Dusun Sukatani RT 01/01, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang,yang mengalami gangguan gangguan psikologi yang saat ini berada di tempat rehabilitasi di Ponpes Attorifiyah Desa Tegal Sari, Kecamatan Purwasari, pada Senin, (23/1/2017).
Wakil Bupati menyampaikan keprihatinanann
ya atas gangguan psiskolgis tersebut akibat kurang mendapat perhatian dari kedua orangtuanya. “Terlebih anak merupakan generasi penerus bangsa yang wajib dan harus kita jaga sebaik-baiknya,” katanya. Pada kesempata itu dia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang akan terus memantau dan melihat perkembangan anak tersebut sampai nantinya dinyatakan sembuh.
“Minimal satu bulan sekali untuk dicek kesehatannya, baik secara fisik maupun psikis, sehingga anak tersebut bisa sehat kembali,” katanya.
Kang Jimmy begitu ia disapa akrab, berharap kejadian ini tidak terulang kembali, khususnya yang menimpa anak-anak. “Karena anak merupakan aset bangsa sebagai pewaris generasi bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin yang mampu mengharumkan keluarga dan Negara,” paparnya.
Karena itu, ia menambahkan, peran keluarga masyarakat dan seluruh stake holder perlu ditingkatkan kembali agar kejadian serupa tidak terulang. Khsusunya peran keluarga, lanjut Wakil Bupati, agar mampu menjadi pilar utama membentuk karakter dan sikap anak yang mampu menjadi kebanggaan keluarga dan negara.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan anak tersebut dengan mengecek kondisi psikis, fisik dan juga lainnya untuk membantu percepatan kesembuhannya. Tidak hanya itu, kata dia, dari segi keagamaan atau spiritualnya pun akan diberikan supaya nantinya memberikan ketentraman dan arahan yang positif bagi anak tersebut.
Pada kesempatan tersebut juga hadir Camat beserta Muspika Kecamatan Purwasari, Camat Kotabaru, Kepala Desa Tegal Sari beserta jajaran dari pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Karawang. @Gala, Editor: Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Bupati dr Cellica Nurrachadiana |
KARAWANG, NR - Bupati Karawang dr Cellica Nurachadiana mengatakan kegiatan mutasi merupakan hal yang biasa dan alamiah sesuai tuntutan kehidupan organisasi. Selain memberikan penyegaran dan peningkatan etos kerja, juga sebagai upaya memberikan apresiasi terhadap setiap guru yang telah mendedikasikan pengabdiannya kepada negara.
Hal itu dikatakan pada saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sebanyak 397 kepala sekolah tingkat SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin,(23/01/2017), di lapang SMP Negri 1 Lemah Abang, Karawang.
Ia lebih lanjut mengatakan, pelaksanaan promosi dan mutasi selalu diupayakan se-obyektif mungkin dalam kerangka penempatan seseorang sesuai pasal 17, ayat (2) Undang-undang Nomor. 43 tahun 1999, “Pengangkatan PNS dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja dan jenjang pangkat yang ditetapkan serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan”, serta mengacu pada pertimbangan dan masukan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkb Karawang.
Bupati Karawang di hadapan kepala sekolah yang baru dilantik menegaskan, para kepala sekolah harus terus menjadi suri tauladan bagi peserta didik dan juga masyarakat sekitarnya.
Pengangkatan dan alih tugas ini, tambah dia, disamping sebagai upaya penyegaran, peningkatan kinerja dan pengembangan karier PNS fungsional di lingkungan Disdikpora Kabupaten Karawang, juga dilandasi oleh kebutuhan akan penempatan pejabat pada formasi jabatan yang belum terisi, baik karena faktor pensiun, maupun karena lainnya. @opa, Editor: Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana menandatangani prasasti peresmian kantor Desa Segarjaya |
KARAWANG, NR - Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa tujuan didirikannya Kantor Pemerintah Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya,Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bentuk prototype, agar masyarakat bisa merasakan keberadaan kantor desa dengan fasilitas yang mumpuni, sehingga akan memudahkan aparatur desa dalam melayani masyarakat.
“Semangat kebersamaan dan cita-cita untuk membangun desa akan terwujud,”katanya.
Bupati menyampaikan hal tersebut dalam pidato sambutannya pada cara peresmian gedung kantor Pemerintahan Desa Segarjaya yang baru bentuk prototype pada Kamis, (19/1/2017), lalu.
Acara peresmian tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD Karawang H Toto Suripto, Kepala Badan Pemerdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang Drs Ahmad Hidayat, Camat beserta Muspika Kecamatan Batujaya dan para
kepala desa se- Kecamatan Batujaya. Humas, Editor: Putra HHEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Ilustrasi hama wereng |
KARAWANG, NR - Berbagai jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) padi menyerbu areal pesawahan di sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Akibatnya, Karawang saat ini dinyatakan darurat serangan hama.
Kepala Dinas Pertanian, Ir Kadarisman, mengungkapkan hal itu di sela-sela senam pagi di Lapang Karangpawitan, Karawang Barat, Jumat,(20/1/2017). " Sekarang serangan OPT itu begitu dahsyat. Selain ulat grayak, hama wereng pun mulai menggerogoti tanaman padi di beberapa kecamatan," ungkap Kadarisman.
Menurut dia, berdasarkan data yang diterima dinas yang ia pimpin, sekitar 900 hektare tanaman padi terserang hama wereng. Sdangkan serangan ulat grayak telah merusak tanaman padi 30 hektare. Sementara hama penggerek batang menyerang 67 hektare dan hama 67 hektare tanaman padi.
Berdasarkan hasil pantauan Dinas Pertanian, lanjut Kadarisman, serangan OPT semakin meningkat. Hal itu disebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu. "Cuaca yang kadang hujan dan kadang panas, membuat OPT kian berkembang. Populasi hama meningkat dan cakupan serangannya pun semakin meluas," ujarnya.
Dia menyebut, serangan hama ulat grayak merupakan hal yang tidak diperkirakan sebelumnya. Sebab, biasanya hama jenis tersebut hanya menyerang tanaman kedelai. Tetapi sekarang ini malah berkembang biak pada rumpun -rumpun padi.
Menurut Kadarisman, Dinas Pertanian mencoba mengendalikan serangan hama itu dengan cara menggerakan berbagai elemen masyarakat. Bahkan dinas tersebut sampai melibatkan anggota TNI dan para penyuluh pertanian.
“TNI menyatakan siap membantu. Begitu juga para penyuluh bersedia bekerja ekstra untuk memberikan penyuluhan mengenai pengendalian OPT secara bersama-sama,” tuturnya.
Selain itu, tambah Kadarisman, Dinas Pertanian akan mengajukan permohonan bantuan pestisida kepada Pemerintah Pusat. “Saat ini pestisida yang dipakai memberantas OPT merupakan stok 2016. Kalau stok habis, pemerintah harus secepatnya mengirim pestisida ke Karawang," ujarnya.
Pun demikian, Kadarisman optimis target produksi padi di Karawang tidak akan terganggu dengan meningkatnya serangan OPT tersebut. “Jika OPT bisa dikendalikan dan serangannya tidak terus meluas, kemungkinan tidak akan mengganggu target," ungkapnya penuh yakin.
Karena itu, Kadarisman mengimbau kepada segenap petani di Kabupaten Karawang lebih giat memantau sawahnya masing-masing. Sehingga pada saat terjadi serangan hama, petani bisa langsung membasminya.Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Ilustrasi |
SUBANG, NR - Jenal dan Jeni kembar bersaudara warga Kampung/Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy Desa Cipenduey Kabupaten Subang, Jawa Barat, kini menghadap sang penciptanya akibat menenggak miras oplosan. Kemudian Anom warga Kampung Tegal Garu dalam perawatan di rumah sakit, juga akibat mengkonsumsi miras oplosan yang serupa.
Menurut informasi, peristiwa bermula saat kedua pemuda kembar tersebut bersama empat rekan mereka, yakni Asep alias Isro, Oktavian, Teguh dan Reni istrinya menggelar pesta miras oplosan di halaman pabrik PT Shoe Kwa, pada Minggu,(15/1), malam. Minuman keras (miras) oplosaan yang mereka tenggak dibeli di warung Dedeng seorang oknum guru PNS.
Miras bermerek vodka big boss terlebih dahulu mereka oplos dengan jamu kuku bima, lalu menenggaknya. Bahkan Jenal dan Jeni bersama rekannya desebut menghabiskan sekitar lima paket (botol) miras oplosan yang dibeli secara bertahap dari warung yang sama.
Usai pesta miras oplosan tersebut, mereka pun kembali ke rumah masing-masing. Kecuali Jeni dan Oktavian menuju rumah keluarganya yang melahirkan.
Usai pesta miras tersebut, mereka memeng belum merasakan kelainan apa pun. Tetapi sehari kemudian, tepatnya Senin,(16/1/2017), sekitar pukul 00.00 WIB, Jenal mendadak sakit, kemudian angsung dilarikan ke RS Mekar Arum Cipeundeuy.
Menurut keterangan Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Undang Sudrajat, Jumat,(20/01/17), setelah Jenal beberapa saat menjalani perawatan, tapi pada Selasa, (17/1/2017) pukul 03.00 WIB dini hari Jaenal meninggal, dan siangnya dimakamkan. Prosesi pemakaman Jeni audara kembar korban meninggal.
Ironisnya, usai menghadiri pemakaman kembarannya tersebut, Jeni pun jatuh sakit langsung dilarikan ke RS Bhakti Husada Purwakarta. Rupanya kehendak sang pencipta yang jadi, ekitar pukul 20.00 WIB Jeni pun menghembuskan nafas terakhir kemudian dikebumikan di samping makam saudara kembarannya.
Adapun korban lainnya, kata Undang menambahkan, masih dalam perawatan pihak keluarga. “Kasus ini sedang kami dalami,”ucapnya. Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Bahrudin,(24), warga Kampung Kobak Rengas RT 002/003 Desa Karang Jaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi |
KABUPATEN BEKASI, NR – Seorang pria asal tewas tersambar Kereta Api Argo Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta di Km 53+700 Kampung Pasanggrahan RT 001/001 Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis,(19/01/2017), sekira pukul 07.33 WIB,.
Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Kunto Bagus menjelaskan telah terjadi kecelakaan kereta api Argo Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta pada,Kamis, menyebabkan korban meninggal dunia.
Menurut keterangan saksi mata Aripin (22) dan Armat (45) yang berada dekat TKP, lanjut Kunto, kejadian laka tersebut bermula pada saat korban melintasi rela kereta tiba-tiba ada kereta api yang melintas dari arah belakang korban.
“Seketika kereta api tersebut langsung tertabrak korban dan meninggal dunia di TKP,” kata Kompol Kunto.
Korban diketahui bernama Bahrudin,(24), warga Kampung Kobak Rengas RT 002/003 Desa Karang Jaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian kepala belakang pecah dan tangan luka-luka, kemudian korban langsung dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang untuk divisum.
Petugas kepolisian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan TKP dengan memasang police line dan memeriksa keterangan dari para saksi. Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Korban senggolan pengendara sepeda motor di Jalan A Yani Karawang |
KARAWANG, NR – Akibat aksi kebut-kebutan pengendara sepeda motor Honda Beat nomor polisi T 2321 HS bersenggolan dengan Kawasaki Ninja nomor polisi T 6388 MS milik Wahyu di jalan raya bypass Ahmad Yani tepatnya di depan SMAN 5 Karawang pada Kamis,(19/1/2017), pukul 18.00 WIB.
Keterangan yang dihimpun di tempat kejadian persitiwa bahwa Edoy dan Arul warga Desa Telagasari pengendara Honda Beat dalam kondisi kritis yang langsung dilarikan polisi yang tengah patroli ke RSUD Karawang untuk mendapatkan prawatan.
Saksi mata di sekitar lokasi kejadian mengatakan, kedua motor tersebut melaju dari arah Mall Mega M dengan kecepatan tinggi. Saat melintas di tikungan parabola tepatnya di depan SMU Negeri 5 Karawang, peristiwa senggolan pun terjadi hingga menyebabkan pengandara sepeda motor Honda Beat terbanting lalu terbentur pot bunga yang berada di median jalan raya tersebut.
"Kedua pengendara motor Beat terperosok, satunya menghantam pot bunga jalan, satunya lagi terjatuh di depan kios fotocopy. Keduanya kondisinya kritis akibat benturan yang cukup keras," kata Asep saksi mata di lokasi kejadian.
![]() |
| Korban pengendara sepeda motor yang kritis |
Sedangkan Wahyu teman korban yang selamat mengatakan, mereka usai pesta minuman beralkohol bersama Edoy dan Arul. Mereka menuju kota Karawang yang masing-masing mengendarai sepeda motor.
Wahyu yang membonceng Melan tidak bisa menghindar saat kedua sepeda motor mengalami kecelakaan saat hendak pulang menuju Telagasari.
Korban luka-luka kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Sedangkan Edoy dan Arul langsung dibawa menggunakan ambulan milik PMI Karawang ke RSUD Karawang. Editor:Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Kondisi KBA Pangkalan akibat eksploitasi batu kapur.(dok.Tempo.co) |
KARAWANG, NR - Kegiatan penambangan batu kapur PT Mas Putih Belitung (MPB) di hamparan Karst Bentang Alam (KBA) Pangkalan menyalahi aturan karena diduga menggunakan izin eksplorasi untuk kegiatan eksploitasi. Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang maupun pihak terkait lainnya, sebenarnya bisa melaporkan ke polisi.
Salah seorang pejabat dari Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), DR Cheriryta Yunia, mengatakan hal tersebut selaku narasumber dalam Seminar Perencanaan Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial KBA Pangkalan di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Pemkab Karawang Kamis,
(19/1/2017).Cheriryta Yunia lebih lanjut menuturkan, Bupati atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang dapat menghentikan kegiatan penambangan tersebut, jika memang menyalahi aturan.
Dengan demikian, tidak terjadi pembiaran terhadap aksi pengrusakan alam, khususnya KBA Pangkalan.
Kendati kewenangan perizinan pertambangan telah diambil Pemerintah Provinsi, Cheriryta Yunia menabahkan, bukan berarti menghilangkan tugas pokok Bupati Karawang. Artinya sebut dia, bupati tetap bisa bertindak ketika melihat ada pengrusakan alam di daerahnya yang tidak sesuai dengan ketentuan.
"Bupati bisa langsung menutup kegiatan tersebut. Sementara DPRD dapat melaporkan PT MPB ke polisi karena melakukan penambangan tanpa seseuai aturan," tandasnya.Editor: Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Kasi Pidsus Kejari Karawang, Titin Herawati Utara,SH |
KARAWANG, NR - Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Karawang, Jawa Barat, memeriksa 10 orang saksi Kamis,(19/1/2017), terkait dugaan korupsi dana hibah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah senilai Rp 900 juta untuk pembangunan ulang pasar tradisional Tanjung Bungin, Kecamatan Pakisjaya.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Titin Herawati Utara,SH kepada wartwan mengatakan, dari 10 saksi yang diperiksa itu yaitu: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Asep Junaedi, Kepala Bidang (Kabid) Bina Usaha Koperasi, Dedi Suganda, dan sejumlah pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Damai Sentosa penerima dana hibah tersebut.
“Hari ini 10 saksi diperiksa. Saksi ini penting untuk mengumpulkan keterangan dan penguatan bukti-bukti yang telah ada," ujar Titin, di ruang kerjanya kutip PR.com
Titin menjelaskan, masing-masing saksi dicecar 14 pertanyaan terkait tugas mereka mengelola dana hibah tersebut. “Seperti Kepala Dinas perannya dalam anggaran tersebut seperti apa?. Bagaimana pengawasannya dalam pengelolaan bantuan hibah tersebut,” ujarnya.
Dia menabahkan, di Kabupaten Karawang ada empat pasar yang mendapat dana revitalisasi dari Kementerian Koperasi dan UKM,.masing-masing pasar mendapat Rp 900 juta.
“Pasar yang mendapat dana hibah tersebut adalah Tanjungbungin, Batujaya, Gempol dan Sumurgede. Pada gelar perkara, penyidikan kami menemukan adanya pelanggaran hukum saat pembangunan Pasar Tanjungbungin sehingga menimbulkan kerugian negara," ujarnya.
Dikatakannya, sementara salah satu bukti yang ditemukan adalah pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan spek sebagaimana tercatat dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Titin mengaku pada proyek tersebut terdapat kerugian negara.
Ia lebih lanjut menjelaskan, usai pemeriksaan Kejari segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. “Selama dua minggu kami melakukan pemeriksaan. Mudah-mudahan secepatnya tersangkanya bisa ditetapkan. Ada tiga nama yang sudah kami bidik menjadi tersangka,” jelasnya.
Titin mengaku selama pemeriksaan, pihaknya mendapatkan beberapa kendala, di antaranya sejumlah saksi sulit dihadirkan. “Mungkin karena jarak Pakisjaya ke kantor Kejari cukup jauh,"
ucapnya.
ucapnya.
Terkait pemeriksaan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Asep Junaedi belum berhasil dikonfirmasi karena sedang keluar kantor. Editor:Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Bripka Ferry Kurniawan sujud bersyukur |
KARAWANG, NR - Kepala Polisi Resor (Kapolres) Karawang, AKBP Andi Herindra, memberikan hadiah Umroh ke tanah suci Mekkah kepada anggotannya Bripka Ferry Kurniawan Satbinmas Polres Karawang.
Pemberian hadian tersebut Wakapolres Karawang, Kompol Irwansyah, menyerahkan langsung hadiah tersebut di lapangan apel Mapolres Karawang, pada Kamis,(19/01/17). Mendapatkan hadian umrah tersebut, Bripka Ferry Kurniawan pun langsung melakukan sujud syukur.
Bukan hanya Bripka Ferry Kurniawan yang mendapatkan hadiah umrah, juga sejumlah anggota Polisi Sektor (Polsek) lainya mendapatkan hadiah yang serupa.
Adanya hadiah ibadah umroh tersebut, diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja anggota Polsek dan Polres Karawang serta lebih meningkatkan kecintaan anggota kepada sang pencipta yang telah memberikan kita hidup dan segala kenikmatan dunia, “Yang saat ini dapat kita nikmati bersama,” ujarnya.
"Semoga kita semua selalu dalam lindungannya, amin, amin, amin ya robbal alamin,” ucap AKBP Andi Herindra. Humas, Editor: Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Wabup Karawang H Ahmad Zamarkhasari,SAg bersama Muspika Rengasdengkolok |
KARAWANG, NR - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Karawang, Jawa Barat H Ahmad Zamakhsyari, S.Ag menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Karawang dengan tegas tidak menginginkan adanya konflik, apapun itu bentuknya.
Wabup Karawang itu menyampaikan hal terebut dalam ppidato sambutannya pada acara “Deklarasi Maklumat Masyarakat Karawang” guna menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat kabupaten Karawang yang bertempat di Rumah Sejarah Soekarno Rengasdengklok, pada Rabu (18/1/2017).
Karena segala bentuk tindakan apapun, lanjut Wabup, yang ingin memecah belah bangsa dan kesatuan Republik Indonesia harus ditindak tegas oleh pemerintah pusat untuk melumpuhkan gerakan-gerakan yang akan memecah belah NKRI.
Kang Jimmy begitu sapaan akrab Wabup Karawang itu, menegaskan bahwa penegakan hukum harus menjadi panglima tertinggi guna penegakan keadilan tanpa adanya intervensi pihak manapun.
“Negara tidak dapat diintervensi oleh siapapun, karena negara hadir dibekali dengan konstitusi dan sumpah jabatan atas nama Tuhan Yang Maha Esa untuk bersikap tegas dan adil, terhadap segala bentuk intimidasi dan intoleransi,” tandasnya.
Terkahir Wakil Bupati Karawang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta dalam deklarasi maklumat masyarakat karawang ini, mudah-mudahan semua stake holder dapat mensejahterkan masyarakat di Indonesia khususnya Kabupaten Karawang serta menciptakan persatuan dan kesatuan demi ketentraman serta kedamaian semua masyarakat.
Kegiatan acara ini diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, perwakilan dari organisasi kemahasiswaan, para pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang serta stake holder yang menjadi mitra pemerintah daerah.
Pada kesempatan ini juga hadir Asisten Pemerintahan Setda Drs Syamsuri, Kepala Bagian Pemerintahan Umum Setda Drs Ade Ahdiat, Camat dan Muspika Rengasdengklok, serta Kepala Kantor Kesbangpol Karawang. @Gala), Editor: Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Satasiun Radio Siturada Karawang |
KARAWANG, NR – Satasiun radio Siturada milik Pemkab Karawang Balmon KPID nyaris meneygelanya. Pasalnya, lantaran administrasi atau perizinan belum tertib. Sekretaris Dinas Kominfo Matin Abdul Rajak kini masih menjabat Kabag Humas Pemkab setempat berhasil bernegosiasi, sehingga hingga penyegelan ditunda.
“Saat itu hampir disegel, tapi saya katakan kepada Balmon KPID itu kalau perizinan tengah diurus dan masih dalam proses,” kata Matin di ruang kerjanya, seperti dikutip tintabiru.com, Selasa, (17/1/2017),sore.
Matin menyebutkan, soal izin siar Radio Sturada sebenarnya sudah ada. Tapi karena aturan baru radio milik pemerintah daerah harus berganti nama menjadi lembaga penyiaran dan menempati frekuwensi di tempat yang telah ditentukan sebelumnya.
Dia menambahkan, sebelumnya Radio Sturada mengudara di frekwensi 104 KH yang mestinya frekwensi ada di frekwensi 89,4 KH. Meski frekwensi 104 itu tak bertuan, tambahnya, tapi menurut Balmon bisa berdampak terhdap terganggunya frekwensi radio lainnya. Editor:Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Bupati dr Cellica Nurrachadian mengukuhkan Tim Saber Pungli |
KARAWANG, NR - Bertempat di Lapangan Karangpawitan Karawang bersamaan dengan olahraga bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Jumat,(13/1/2017),pagi, Bupati Karawang dr Cellica Nurachadiana mengukuhkan Satuan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).
Arahan singkat Bupati mengatakan dengan adanya Saber Pungli ini merupakan alarm bagi kita semua, untuk terus evaluasi diri pribadi dan evaluasi instansi maupun lembaga. “Tidak hanya pemerintahan, ini berlaku untuk semua baik di swasta, ormas maupun LSM,
Alarm ini, kata dia, agar semua menghindari Pungli, khusus untuk ASN di Kabupaten Karawang untuk meningkatkan kinerja. Karena perhatian Pemkab Karawang sudah dilakukan berupa kenaikan tunjangan penghasilan
.
Maka itu, seluruh dinas, badan yang ada di Pemkab Karawang yang operasionalnya untuk pelayanan publik, dipastikan harus bersih dari Pungli. Tentu semua itu juga harus didukung oleh semua pihak pada Saber Pungli ini. Juga ada dari TNI Polri, Kejaksaan dan seluruh elemen.
Kemudian peran masyarakat sendiri harus mendukung agar tidak terjadi oknum, agar segala sesuatunya dilakukan atau ditempuh secara normative. Seperti mengurus KTP agar datang langsung ke instansi jangan melalui perantara.”Iu semua agar oknum petugas KTP tidak ada,” ucapnya.
“Sudah ada dua kasus penindakan oleh Tim Saber Pungli di Karawang Desember kemarin,” katanya.
Atas dasar itu bupati juga mengingatkan, “Hati-hati kepada seluruh pegawai instansi pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik. Kalau tidak mau berurusan dengan tim Saber Pungli, jangan lakukan pungutan liar kepada masyarakat.”tegas Cellica.
Bupati juga menginformasi bahawa posko pengaduan masyarakat sendiri untuk menindaklanjuti aduan Pungli, nanti bidang humas, “Dinas Komunikasi dan Informatika saya minta membuka kantor Dinas Komunikasi dan Informatika sendiri saat ini di gedung Islamic Centre lantai II,” ungkapnya.
Pengukuhan Saber Pungli ini tertuang pada Keputusan Bupati (Perbup) Karawang Nomor 700/Kep.301-Huk/2017. Susuanan satuan tugas Saber Pungli di antaranya: Penanggung Jawab Bupati Karawang, Wakil Penanggung Jawab Muspida Dandim 0604/Krw, Kapolres Karawang dan Kejari Karawang serta Wakil Bupati Karawang.
Ketua Pelaksana adalah Wakil Kapolres Karawang, Wakil Ketua Pelaksana Inspektur Kabupaten Karawang, Kasi Pidsus Kejari, Sekretaris Kepala Kesbangpol Karawang, Kasiwas Polres Karawang.
Juga hadir Sekda Kabupaten Karawang, para Asisten, Staf Ahli Bupati dan Kepala OPD se-Kab Karawang. Turut hadir Muspida Kabupaten Karawang Dandim 0604/KRW Letkol Arm Ayi Yosa, Kapolres Karawang AKBP Andi Herindra, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Sukardi, M.Hum. Untuk tim Saber Pungli sendiri di ketuai oleh Wakil Kepala Kepolisian Resort Karawang.Iki,Editor:Putra H
HEADLINE - REGIONAL
![]() |
| Ilustrasi alkohol |
SUBANG, NR - Kapolres Subang AKBP Yudhi Sulistianto Wahid mengimbau para pemilik toko dan apotek agar memperketat penjualan alkohol murni. Sebelum menjual, perlu menanyakan peruntukan alkohol yang dibeli konsumen.
Hal itu penting dilakukan sebagai upaya antisipasi agar kejadian alkohol oplosan yang merenggut nyawa tujuh Bonek asal Sidoarjo tak terulang lagi di Subang.
"Saya sudah mengimbau para kapolsek untuk meneruskan ke toko dan apotek di wilayah kerjanya, supaya tak sembarang saat menjual alkohol murni serta obat-obatan yang biasanya digunakan meracik minuman oplosan," katanya, seperti dikutip PR.comMinggu, (15/1/2017).
Yudhi mengatakan ada kebiasaan warga, termasuk pelajar memakai bahan baku yang dijual di toko maupun apotek untuk meracik minuman oplosan. Seperti alkohol murni dan obat-obat lainnya.
“Itu terbukti saat kejadian yang menyebabkan tujuh bonek meninggal dunia,” ucapnya.
Selain membahayakan jiwanya, tidak menutup kemungkinan setelah mengkonsumsi minuman seperti itu, mereka bisa melakukan tindak kriminal di luar kesadarannya.
"Ini harus diantisipasi, termasuk upaya memperketat penjualannya. Tujuannya supaya alkohol maupun obat-obat lainnya tidak disalahgunakan peruntukannya," tegasnya.
Dijelaskannya, salah satunya imbauan agar toko dan apotik menanyakan dulu tujuan mereka membeli alkohol dan obat-obatan tertentu. Bahkan bila perlu, Yudhi menyebutkan, jika pembeli adalah pelajar atau anak di bawah umur, sebaiknya diminta surat keterangan dari pihak orang tua atau dokter.
"Kenakalan remaja saat ini tertinggi dengan kasus paling banyak mengkonsumsi minuman keras, alkohol oplosan dan menghisap lem," ujarnya.
Dia lebih lanjut mengungkapkan, kenakalan pelajar di Subang saat ini cukup meresahkan. Upaya memininalisirnya, mengintensifkan penyuluhan ke semua sekolah yang ada di Kabupaten Subang.
"Kami koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang menggelar penyuluhan mencegah kenalan pelajar yang kerap dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah," katanya.
Selain itu, Yudhi juga memerintahkan jajarannya meningkatkan volume Patroli, khususnya pada waktu dan lokasi rawan terjadinya curanmor di wilayah Subang. Kemudian, mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap situasi keamanan lingkungan sekitar.
"Patroli tersebut dimaksudkan menekan angka kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor. Kegiatan Patroli ini terus dilakukan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif dengan rute patroli yang selalu berubah mempersempit ruang gerak pelaku curanmor. Ditambah tingginya angka kenakalan remaja di Kabupaten Subang," paparnya. Putra H
HEADLINE - REGIONAL
KARAWANG, NR - Tim penyedik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Karawang memeriksa Kabid PUEM BPMPD Pemkab Karawang, Anang Saepudin Senin,(16/1/2017), pukul 11:00 WIB. terkait dugaan penyelahgunaan dana desa Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang tahun 2015 dan 2016.
Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Camat Jayakerta, BPD, Bendahara Pemerintah Desa dan Kepala Desa Kertajaya.
Anang pada program pebangunan yang didanai dana desa tersebut bertugas sebagai tim verifikasi dan pengelola pertanggungjawaban administrasi dana desa. Namun, hingga berita ini diposting belum ada keterangan resmi dari kepolisian.
Berdasarkan laporan sejumlah perwakilan warga, Kepala Desa Kertajaya,Kecamatan Jayakerta, Karta, dilaporkan ke Polres Karawang diduga telah menyelewengkan dana pembangunan desa mencapai sekitar Rp 400 juta.
Penyidik Unit IV Tipikor Polres Karawang secara intensif melakukan pemeriksaan menindaklanjuti laporan tersebut.
Kepala Badan Pemerdyaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang Drs Ahmda Hidayat, Senin,(11/1/2017), ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dana desa tersebut telah masuk Anggaran Pendapata dan Belanja Desa (APBDes), sehingga sudah menjadi tanggungjawab Pemerintah Desa Kertajaya.
Ketika disinggung pernyataan Kepela Desa Jayakerta seolah ada kesan pembiaran yang seharusnya ditindak atau diserahkan kepada Infektorat untuk menindaklanjuti dugaan penyelahgunaan dana desa tersebut. Namun demikian, Ahmad Hidayat tetap berpegang bahwa dana desa tersebut sudah masuk APBDes Kertajaya. Putra H
HEADLINE - REGIONAL
KARAWANG, NR – Hama ulat grayak yang merusak tanaman padi, tidak hanya terjadi di Kecamatan Rawamerta, ternyata hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Karawang.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Karawang, Kadarisman, mengatakan hal tersebut kepada wartawan pada Senin,(16/1/2017). Dia pun kuatir serangan hama ulat grayak itu mengganggu target produksi padi tahun 2017 ini.
"Cuaca yang tidak menentu membuat serangan ulat grayak cepat meluas. Kasus tersebut ditemukan di semua kecamatan dan ribuan hektare tanaman padi telah menjadi serbuan ulat-ulat itu," papar Kadarisman di ruang rapat Bupati Karawang Singaperbangsa, kutip PR.com Senin,(16/1/2017).
Menurut dia, serangan hama ulat grayak di musim tanam rendeng 2017 merupakan serangan terparah sejak 10 tahun terakhir ini. "Para petani sedang diuji. Padahal sebelumnya serangan ulat grayak tidak pernah terjadi," katanya.
Kadarisman menyebut, hama dengan nama latin ordo lepidoptera itu sedikitnya telah merusak hampir 80 persen sawah di Kecamatan Rawamerta. "Kami sedang melakukan pendataan luas sawah yang kena dampak. Tentu sambil menyebar obat pembasmi ulat grayak secara massal," ujar dia.
Menurutnya, selain di Rawamerta, hama tersebut juga dilaporkan menyerang sawah di kecamatan lainnya. Meski begitu, data akurat mengenai luas tanaman padi yang rusak masih belum diketahui.
Kadarisman hanya menyebutkan, ribuan hektare tanaman padi terganggu oleh hama itu. "Kalau serangan hama sudah meluas, cara pembasmiannya harus dilakukan secara masal menggunakan pestisida," terangnya.
Tapi cara itu bakal mengganggu keseimbangan alam, karena selain ulat, serangga jenis lain pun akan ikut mati. "Dalam pertanian dikenal adanya musuh alami dari beberapa jenis hama. Ulat biasanya dimangsa oleh burung atau serangga jenis semut. Kalau petani memakai pestisida, semut pun akan ikut mati dan burung enggan mendekati ulat-ulat itu," ungkap Kadarisman.
Tanaman padi yang terserang ulat, sebenarnya bisa diselamatkan jika kerusakannya tidak melebihi 50 persen. Karena dari batang padi yang tidak rusak akan muncul tunas baru yang kemudian berkembang menjadi rumpun padi normal.
Tetapi jika kerusakan melebihi 50 persen, petani kemungkinan akan mengalami gagal panen atau puso. "Saat ini kami tengah berupaya menyelamatkan tanaman padi yang terserang hama itu," ujarnya.
Sebelumnya ratusan hektare tanaman padi berusia 2 bulan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta, terserang hama ulat grayak. Akibatnya petani terancam gagal panen akibat hama tersebut sulit diberantas.
Para petani sudah berusaha keras mengendalikan hama dengan berbagai jenis pestisida. "Kami sudah mengeluarkan uang banyak memberantas ulat ini. Berbagai merk pestisida sudah kami coba, tetapi hasilnya nihil," ujar Dedi Kampung Jamantri, Desa Mekarjaya, Kecamatan Rawamerta.
Ribuan hama ulat grayak, kata Encun telah menghancurkan daun padi pada areal sawah seluas sekiatar 50 hektare. Serangan hama serupa juga terjadi di dusun lainnya di desa tersebut.
Jika dikalkulasikan, tambah Encun, tanaman padi yang diserang hama ulat grayak di Mekarjaya mencapai 200 hektare. "Hama ini telah menghancurkan 80 persen tanaman padi saya. Selain memakan daun, hama ulat ini menyerang batang padi hingga menjadi busuk," paparnya. Putra H
HEADLINE - REGIONAL
Jatim - Pelantikan Ketua RT se Kelurahan pegirikan Bertempat di Balai Kelurahan Pegirikan.
Lurah pegirikan, suseno SH melantik 95 RT yang baru untuk masa jabatan 3 tahun terhitung mulai 02 januari 2017 hingga 02 januari 2019 Pembaharuan Jumlah Ketua RT dimaksudkan untuk efektif dan efisiensi Birokrasi di kelurahan pegirikan.
Pelatikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati jawa timu Nomor 424 Tahun 2014 Tentang Pengesahan Keputusan Lurah pegirikan Nomor 10 tahun 2014 tentang Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga Hasil Rapat Pemilihan Kelurahan Pegirikan Kecamatan semampir kota suraba propinsi jawa timur.
Masa Bhakti (2017-2019).Dalam sambutannya Lurah WPegirian berpesan kepada para Ketua RT yang baru agar lebih meningkatkan pengabdiannya kepada masyarakat Kelurahan Pegirian sehingga warga dapat terlayani dengan sebaik-baiknya, karena mulai tahun 2017 ini Pemerintah kota surabaya melalui Kelurahan Pegirikan akan memberikan insentif bagi para Ketua RT.
bagi ketua RT Rp 200.000,-/bulan, dan. Perubahan jumlah di maksudkan untuk lebih mengefektifkan pelayanan serta koordinasi di setiap wilayah sehingga rentang kendali dari pemerintah Kelurahan menjdi lebih singkat.sedangkan untuk RT tetap jumlahnya namun ada perubahan pada nomenklatur, disesuaikan sampai dengan 95 RT dan seterusnya.
Hadir pada kesempatan itu dihadiri oleh kasipem (kasi kepemerintahan) kecamatan SEMAMPIR Anggit, dan para tokoh masyarakat yang ada di Kelurahan Pegirikan yang juga memberikan semangat bagi ketua RT yang baru saja dilantik.(spd)
REGIONAL
Langganan:
Postingan (Atom)

















