Select Menu

NASIONAL

REGIONAL

POLHUKAM

OLAHRAGA

PRESPEKTIF

EKONOMI

Wakil Bupati Karawang H Ahmad Zamarkhasary
 meninjau pasar Rengasdengklok
KARAWANG, NR - Wakil Bupati (Wabup) Karawang H Ahmad Zamakhsyari, S.Ag, pada Selasa,(24/1/2017),meninjau langsung pasar Rengasdengklok yang kondisinya saat ini semakin parah akibat rusaknya infrastruktur jalan serta drainase yang kurang baik. Ditambah dengan kondisi pasar yang terbilang kurang sehat, serta tidak ideal lagi dikarenakan sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Pada kesempatan tersebut Wabup Karawang itu menyampaikan bahwa pemerintah daerah (Pemda) secepatnya merelokasi para pedagang pasar Rengasdengklok guna memberikan kenyamanan serta tempat yang representative, baik untuk bagi para pedagang, maupun para pembeli. Sehingga nantinya, menjadi sebuah kebanggaan Rengasdengklok sebagai salah satu tempat bersejarah bangsa Indonesia.
Dia pun berkomitmen pada tahun 2017 ini sekitar 6.000 pedagang kaki lima yang berjualan di pasar Rengasdengklok akan direlokasi, yang nantinya selama lima bulan digratiskan tanpa pungutan apapun. Hal tersebut guna memberikan keringanan bagi para pedagang untuk berjualan hingga mereka bisa meramaikan kembali proses jual beli di tokonya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang yang ikut meninjau menambahkan dewan Karawang mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Karawang.
“Selama semua kebijakan dan kepentingannya mengutamakan rakyat akan terus didukung, termasuk untuk membenahi pasar Rengasdengklok ini,” tandasnya.
Wabup berharap dengan diperbaikan pasar tersebut, mampu menggenjot perekenomian di Rengasdengklok.”Karena dengan tempat yang representatif, sehat dan bersih, maka proses jual beli akan semakin meningkat dan mampu memberikan dampak positif dengan terbangunnya perekonomian yang sehat dan representative,” ujarnya penuh harap diaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Karawang beserta anggota Komisi B dan C DPRD, Kadisperindag Karawang Ir Hanafi, Kabag Perekonomian Setda Karawang Herry,SE dan jajaran Dinas PUPR Karawang serta Camat serta Muspika Rengasdengklok. @aminanda/Gala, Editor: Putra H

-
Wakil Bupati KarawangH Ahmad Zamakhsyari, S.Ag
,memangku Erick Pratama
KARAWANG, NR - Wakil Bupati Karawang H Ahmad Zamakhsyari, S.Ag, kembali memantau Erick Pratama, warga Dusun Sukatani RT 01/01, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang,yang mengalami gangguan gangguan psikologi yang saat ini berada di tempat rehabilitasi di Ponpes Attorifiyah Desa Tegal Sari, Kecamatan Purwasari, pada Senin, (23/1/2017).
Wakil Bupati menyampaikan keprihatinanann
ya atas gangguan psiskolgis tersebut akibat kurang mendapat perhatian dari kedua orangtuanya. “Terlebih anak merupakan generasi penerus bangsa yang wajib dan harus kita jaga sebaik-baiknya,” katanya.
Pada kesempata itu dia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang akan terus memantau dan melihat perkembangan anak tersebut sampai nantinya dinyatakan sembuh.
“Minimal satu bulan sekali untuk dicek kesehatannya, baik secara fisik maupun psikis, sehingga anak tersebut bisa sehat kembali,” katanya.
Kang Jimmy begitu ia disapa akrab, berharap kejadian ini tidak terulang kembali, khususnya yang menimpa anak-anak. “Karena anak merupakan aset bangsa sebagai pewaris generasi bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin yang mampu mengharumkan keluarga dan Negara,” paparnya.
Karena itu, ia menambahkan, peran keluarga masyarakat dan seluruh stake holder perlu ditingkatkan kembali agar kejadian serupa tidak terulang. Khsusunya peran keluarga, lanjut Wakil Bupati, agar mampu menjadi pilar utama membentuk karakter dan sikap anak yang mampu menjadi kebanggaan keluarga dan negara.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan anak tersebut dengan mengecek kondisi psikis, fisik dan juga lainnya untuk membantu percepatan kesembuhannya. Tidak hanya itu, kata dia, dari segi keagamaan atau spiritualnya pun akan diberikan supaya nantinya memberikan ketentraman dan arahan yang positif bagi anak tersebut.
Pada kesempatan tersebut juga hadir Camat beserta Muspika Kecamatan Purwasari, Camat Kotabaru, Kepala Desa Tegal Sari beserta jajaran dari pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Karawang. @Gala, Editor: Putra H


-
Bupati dr Cellica Nurrachadiana
KARAWANG, NR - Bupati Karawang dr Cellica Nurachadiana mengatakan kegiatan mutasi merupakan hal yang biasa dan alamiah sesuai tuntutan kehidupan organisasi. Selain memberikan penyegaran dan peningkatan etos kerja, juga sebagai upaya memberikan apresiasi terhadap setiap guru yang telah mendedikasikan pengabdiannya kepada negara.

Hal itu dikatakan pada saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sebanyak 397 kepala sekolah tingkat SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin,(23/01/2017), di lapang SMP Negri 1 Lemah Abang, Karawang.

Ia lebih lanjut mengatakan, pelaksanaan promosi dan mutasi selalu diupayakan se-obyektif mungkin dalam kerangka penempatan seseorang sesuai pasal 17, ayat (2) Undang-undang Nomor. 43 tahun 1999, “Pengangkatan PNS dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja dan jenjang pangkat yang ditetapkan serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan”, serta mengacu pada pertimbangan dan masukan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkb Karawang.

Bupati Karawang di hadapan kepala sekolah yang baru dilantik menegaskan, para kepala sekolah harus terus menjadi suri tauladan bagi peserta didik dan juga masyarakat sekitarnya.

Pengangkatan dan alih tugas ini, tambah dia, disamping sebagai upaya penyegaran, peningkatan kinerja dan pengembangan karier PNS fungsional di lingkungan Disdikpora Kabupaten Karawang, juga dilandasi oleh kebutuhan akan penempatan pejabat pada formasi jabatan yang belum terisi, baik karena faktor pensiun, maupun karena lainnya. @opa, Editor: Putra H


-
Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana
menandatangani prasasti peresmian kantor Desa Segarjaya
KARAWANG, NR - Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa tujuan didirikannya Kantor Pemerintah Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya,Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bentuk prototype, agar masyarakat bisa merasakan keberadaan kantor desa dengan fasilitas yang mumpuni, sehingga akan memudahkan aparatur desa dalam melayani masyarakat. 

“Semangat kebersamaan dan cita-cita untuk membangun desa akan terwujud,”katanya. 

Bupati menyampaikan hal tersebut dalam pidato sambutannya pada cara peresmian gedung kantor Pemerintahan Desa Segarjaya yang baru bentuk prototype pada Kamis, (19/1/2017), lalu.

Acara peresmian tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD Karawang H Toto Suripto, Kepala Badan Pemerdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang Drs Ahmad Hidayat, Camat beserta Muspika Kecamatan Batujaya dan para
kepala desa se- Kecamatan Batujaya. Humas, Editor: Putra H



-
Ilustrasi hama wereng
KARAWANG, NR - Berbagai jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) padi menyerbu areal pesawahan di sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Akibatnya, Karawang saat ini dinyatakan darurat serangan hama.
Kepala Dinas Pertanian, Ir Kadarisman, mengungkapkan hal itu di sela-sela senam pagi di Lapang Karangpawitan, Karawang Barat, Jumat,(20/1/2017). " Sekarang serangan OPT itu begitu dahsyat. Selain ulat grayak, hama wereng pun mulai menggerogoti tanaman padi di beberapa kecamatan," ungkap Kadarisman.
Menurut dia, berdasarkan data yang diterima dinas yang ia pimpin, sekitar 900 hektare tanaman padi terserang hama wereng. Sdangkan serangan ulat grayak telah merusak tanaman padi 30 hektare. Sementara hama penggerek batang menyerang 67 hektare dan hama 67 hektare tanaman padi.
Berdasarkan hasil pantauan Dinas Pertanian, lanjut Kadarisman, serangan OPT semakin meningkat. Hal itu disebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu. "Cuaca yang kadang hujan dan kadang panas, membuat OPT kian berkembang. Populasi hama meningkat dan cakupan serangannya pun semakin meluas," ujarnya.
Dia menyebut, serangan hama ulat grayak merupakan hal yang tidak diperkirakan sebelumnya. Sebab, biasanya hama jenis tersebut hanya menyerang tanaman kedelai. Tetapi sekarang ini malah berkembang biak pada rumpun -rumpun padi.
Menurut Kadarisman, Dinas Pertanian mencoba mengendalikan serangan hama itu dengan cara menggerakan berbagai elemen masyarakat. Bahkan dinas tersebut sampai melibatkan anggota TNI dan para penyuluh pertanian.
“TNI menyatakan siap membantu. Begitu juga para penyuluh bersedia bekerja ekstra untuk memberikan penyuluhan mengenai pengendalian OPT secara bersama-sama,” tuturnya.
Selain itu, tambah Kadarisman, Dinas Pertanian akan mengajukan permohonan bantuan pestisida kepada Pemerintah Pusat. “Saat ini pestisida yang dipakai memberantas OPT merupakan stok 2016. Kalau stok habis, pemerintah harus secepatnya mengirim pestisida ke Karawang," ujarnya.
Pun demikian, Kadarisman optimis target produksi padi di Karawang tidak akan terganggu dengan meningkatnya serangan OPT tersebut. “Jika OPT bisa dikendalikan dan serangannya tidak terus meluas, kemungkinan tidak akan mengganggu target," ungkapnya penuh yakin.
Karena itu, Kadarisman mengimbau kepada segenap petani di Kabupaten Karawang lebih giat memantau sawahnya masing-masing. Sehingga pada saat terjadi serangan hama, petani bisa langsung membasminya.Putra H


-
Ilustrasi
SUBANG, NR - Jenal dan Jeni kembar bersaudara warga Kampung/Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy Desa Cipenduey Kabupaten Subang, Jawa Barat, kini menghadap sang penciptanya akibat menenggak miras oplosan. Kemudian Anom warga Kampung Tegal Garu dalam perawatan di rumah sakit, juga akibat mengkonsumsi miras oplosan yang serupa.

Menurut informasi, peristiwa bermula saat kedua pemuda kembar tersebut bersama empat rekan mereka, yakni Asep alias Isro, Oktavian, Teguh dan Reni istrinya menggelar pesta miras oplosan di halaman pabrik PT Shoe Kwa, pada Minggu,(15/1), malam. Minuman keras (miras) oplosaan yang mereka tenggak dibeli di warung Dedeng seorang oknum guru PNS.

Miras bermerek vodka big boss terlebih dahulu mereka oplos dengan jamu kuku bima, lalu menenggaknya. Bahkan Jenal dan Jeni bersama rekannya desebut menghabiskan sekitar lima paket (botol) miras oplosan yang dibeli secara bertahap dari warung yang sama.

Usai pesta miras oplosan tersebut, mereka pun kembali ke rumah masing-masing. Kecuali Jeni dan Oktavian menuju rumah keluarganya yang melahirkan.

Usai pesta miras tersebut, mereka memeng belum merasakan kelainan apa pun. Tetapi sehari kemudian, tepatnya Senin,(16/1/2017), sekitar pukul 00.00 WIB, Jenal mendadak sakit, kemudian angsung dilarikan ke RS Mekar Arum Cipeundeuy.

Menurut keterangan Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Undang Sudrajat, Jumat,(20/01/17), setelah Jenal beberapa saat menjalani perawatan, tapi pada Selasa, (17/1/2017) pukul 03.00 WIB dini hari Jaenal meninggal, dan siangnya dimakamkan. Prosesi pemakaman Jeni audara kembar korban meninggal.

Ironisnya, usai menghadiri pemakaman kembarannya tersebut, Jeni pun jatuh sakit langsung dilarikan ke RS Bhakti Husada Purwakarta. Rupanya kehendak sang pencipta yang jadi, ekitar pukul 20.00 WIB Jeni pun menghembuskan nafas terakhir kemudian dikebumikan di samping makam saudara kembarannya.

Adapun korban lainnya, kata Undang menambahkan, masih dalam perawatan pihak keluarga. “Kasus ini sedang kami dalami,”ucapnya. Putra H


-
Bahrudin,(24), warga Kampung Kobak Rengas RT 002/003
Desa Karang Jaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi
KABUPATEN BEKASI, NR – Seorang pria asal tewas tersambar Kereta Api Argo Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta di Km 53+700 Kampung Pasanggrahan RT 001/001 Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis,(19/01/2017), sekira pukul 07.33 WIB,.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Kunto Bagus menjelaskan telah terjadi kecelakaan kereta api Argo Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta pada,Kamis, menyebabkan korban meninggal dunia.

Menurut keterangan saksi mata Aripin (22) dan Armat (45) yang berada dekat TKP, lanjut Kunto, kejadian laka tersebut bermula pada saat korban melintasi rela kereta tiba-tiba ada kereta api yang melintas dari arah belakang korban.
“Seketika kereta api tersebut langsung tertabrak korban dan meninggal dunia di TKP,” kata Kompol Kunto.
Korban diketahui bernama Bahrudin,(24), warga Kampung Kobak Rengas RT 002/003 Desa Karang Jaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian kepala belakang pecah dan tangan luka-luka, kemudian korban langsung dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang untuk divisum.
Petugas kepolisian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan TKP dengan memasang police line dan memeriksa keterangan dari para saksi. Putra H


-
Korban senggolan pengendara sepeda motor
di Jalan A Yani Karawang
KARAWANG, NR – Akibat aksi kebut-kebutan pengendara sepeda motor Honda Beat nomor polisi T 2321 HS bersenggolan dengan Kawasaki Ninja nomor polisi T 6388 MS milik Wahyu di jalan raya bypass Ahmad Yani tepatnya di depan  SMAN 5 Karawang pada Kamis,(19/1/2017), pukul 18.00 WIB.

Keterangan yang dihimpun di tempat kejadian persitiwa bahwa Edoy dan Arul warga Desa Telagasari pengendara Honda Beat dalam kondisi kritis yang langsung dilarikan polisi yang tengah patroli ke RSUD Karawang untuk mendapatkan prawatan.

Saksi mata di sekitar lokasi kejadian mengatakan, kedua motor tersebut melaju dari arah Mall Mega M dengan kecepatan tinggi. Saat melintas di tikungan parabola tepatnya di depan SMU Negeri 5 Karawang, peristiwa senggolan pun terjadi hingga menyebabkan pengandara sepeda motor Honda Beat terbanting lalu terbentur pot bunga yang berada di median jalan raya tersebut.

"Kedua pengendara motor Beat terperosok, satunya menghantam pot bunga jalan, satunya lagi terjatuh di depan kios fotocopy. Keduanya kondisinya kritis akibat benturan yang cukup keras," kata Asep saksi mata di lokasi kejadian.

Korban pengendara sepeda motor yang kritis 
Sedangkan Wahyu teman korban yang selamat mengatakan, mereka usai pesta minuman beralkohol bersama Edoy dan Arul. Mereka menuju kota Karawang yang masing-masing mengendarai sepeda motor.

Wahyu yang membonceng Melan tidak bisa menghindar saat kedua sepeda motor mengalami kecelakaan saat hendak pulang menuju Telagasari.

Korban luka-luka kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Sedangkan Edoy dan Arul langsung dibawa menggunakan ambulan milik PMI Karawang ke RSUD Karawang. Editor:Putra H


-