Select Menu

NASIONAL

REGIONAL

POLHUKAM

OLAHRAGA

PRESPEKTIF

EKONOMI

» » Filipina Putuskan Keluar dari Mahkamah Pidana Internasional
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Presiden Filipina mengabarkan keputusan negara itu untuk keluar dari Mahkamah Pidana Internasional, ICC yang bermarkas di Den Haag, menyusul langkah Rusia yang terlebih dahulu keluar.

IRNA (17/11) melaporkan, Rodrigo Duterte, Presiden Filipina, Kamis (17/11) mengatakan, Rusia sampai pada kesimpulan bahwa Mahkamah Pidana Internasional adalah lembaga yang tidak bermanfaat, oleh karena itu ia keluar dan Manila dalam hal ini sependapat dengan Rusia.

Duterte yang berhasil memenangi pemilu presiden di Filipina bulan Mei lalu, menerapkan kebijakan keras terhadap para penyelundup narkotika.

Data resmi menunjukkan, sejak dimulainya perang melawan penyelundupan narkotika di Filipina, bulan Juli lalu hingga sekarang, tercatat 3700 orang tewas.

Negara-negara Barat, Mahkamah Pidana Internasional dan lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia lainnya mengecam keras langkah Duterte tersebut.

Mahkamah Pidana Internasional adalah lembaga internasional yang mengurusi penanganan masalah kejahatan-kejahatan genosida, kejahatan anti-kemanusiaan dan kejahatan perang. ICC bermarkas di Den Haag, Belanda.

About REALITA NEWS

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama